8 Mitos Salah Kaprah Tentang Baterai Smartphone

Baterai menjadi kebutuhan dasar smartphone bisa berjalan sesuai kebutuhan. Namun, masih banyak informasi yang salah mengenai isi ulang baterai pada smartphone. Contohnya, banyak orang yang menganggap bahwa jangan menggunakan smartphone saat sedang mengisi baterai. Menurut Kamu informasi ini fakta atau mitos?

Seperti dilansir dari Cheat Sheet, hal ini tidak ada hubungannya. Tidak ada salahnya Kamu menggunakan smartphone ketika sedang mengisi daya. Tetapi, pengisian memang akan lebih lambat jika dibandingkan saat smartphone tidak dipakai.

Tidak hanya itu saja, ada 5 mitos-mitos lainnya seputar pengisian baterai smartphone yang beredar luas di masyarakat. Simak ulasannya berikut.

1. Mengisi baterai sampai penuh

Di masa lalu, perangkat mobile menggunakan jenis baterai yang memang diciptakan untuk digunakan sampai habis kemudian kembali mengisinya sampai penuh. Hal ini digunakan untuk mempertahankan kapasitas standar baterai. Namun, dalam waktu yang lama, informasi ini masih bertahan hingga saat ini.

Padahal, saat ini kebanyakan perangkat mobile menggunakan baterai Lithium-ion. Baterai jenis ini membuat Kamu tidak perlu menggunakannya hingga baterai habis kemudian mengisinya sampai penuh. Bahkan, baterai Li-ion ini bisa tahan lebih lama jika Kamu tidak menguras habis dayanya.

Namun, baterai memang mempunyai masa dan siklus bertahan sendiri-sendiri. Satu siklus dihitung ketika baterai benar-benar habis dan kemudian diisi ulang. Perkiraan Popular Mechanics, baterai Li-ion kemampuannya akan menurun jika sudah mengalami 500 hingga 1500 siklus pengisian.

Itulah alasan mengapa Kamu sebaiknya menunggu dayanya tinggal sedikit baru boleh mengisinya hingga penuh. Ingat, 1 siklus dihitung mulai Kamu mengisi daya, tanpa mempedulikan baterai Kamu masih 30 persen.

2. Menggunakan charger original

Informasi ini tidak jelas berasal dari mana. Faktanya, tidak peduli Kamu mengisi daya dengan apapun, asalkan menggunakan Ampere dan tegangan (volt) yang sama dengan charger standar. Dalam banyak kasus, banyak charger yang menawarkan Ampere dan tegangan yang sama, jadi hal ini bukan menjadi masalah.

Tetapi, kamu harus hati-hati jika membeli charger dan kabel yang tidak original. Banyak charger yang tidak menggunakan pengukuran daya yang benar dalam membuatnya. Mungkin saja Ampere dan tegangannya juga tidak sesuai dengan apa yang dituliskan.

Jadi, Kamu memang tidak harus menggunakan charger dan kabel original, asalkan penggantinya harus sesuai agar tidak merusak baterai. Kamu bisa mencari kebenaran dan riwayat orang yang telah memakainya melalui internet, jika Kamu tidak ingin tertipu.

3. Tidak baik mengisi baterai terlalu lama

Banyak orang yang mengatakan bahwa berbahaya membiarkan perangkat mobile diisi daya terlalu lama, apalagi semalaman ketika kita tidur. Bagaimana menurut Kamu?

Ada banyak informasi yang bertentangan mengenai hal ini. Blog teknologi terkemuka pun juga mengatakan bahwa mengisi daya terlalu lama juga tidak baik. Namun pada kenyataannya, tidak apa-apa mengisi daya perangkat mobile dalam waktu yang lama atau bahkan semalaman. Mengapa begitu?

Menurut WJCT, perangkat mobile dirancang untuk bisa membatasi daya yang memaksa masuk setelah baterai terisi penuh. Jadi, ketika baterai sudah penuh, daya yang ditransfer ke baterai smartphone hanya sedikit saja. Bahkan, Apple pun setuju dengan pendapat dari WJCT ini.

Tetapi, tidak berarti smartphone Kamu aman untuk di-charge dalam jangka waktu yang lama, lebih dari 12 jam. Ada faktor lain yang mungkin ikut mempengaruhi kondisi smartphone Kamu, seperti panas yang dihasilkan dari listrik.

4.Aplikasi pembersih bisa membuat baterai bertahan lama

Task manager dan aplikasi pembersih lainnya diyakini banyak orang bisa meningkatkan daya tahan baterai. Faktanya, ini hanya mitos saja. Smartphone Kamu tidak membutuhkan mereka, tetapi aplikasi ini malah bisa merusak kinerja smartphone dalam banyak cara.

Saat ini, perangkat Android dan iOS dirancang untuk lebih efisien ketika menggunakan banyak aplikasi dan tugas-tugas. Cache yang ada pada aplikasi-aplikasi tersebut berjalan melalui penyimpanan internal. Jadi, aplikasi ini tidak banyak menggunakan RAM atau memori saat menjalankannya.

Sistem pada smartphone sudah memberikan cara yang benar untuk mengalokasikan sumber daya. Jika Kamu menambahkan aplikasi untuk membersihkan aplikasi-aplikasi ini, malah mengganggu proses alokasi sumber daya. Hal ini bahkan memaksa aplikasi Kamu untuk restart terus menerus dan menggunakan lebih banyak RAM.

5.Mematikan smartphone

Jika smartphone menyala terus, maka baterai atau komponen internal akan rusak. Itu adalah informasi yang banyak beredar. Faktanya, tidak berbahaya jika membiarkan smartphone menyala terus. Namun, hal ini menyebabkan smartphone menguras daya yang harusnya tidak diperlukan.

Semua komponen elektronik mempunyai masanya sendiri-sendiri, termasuk komponen yang ada di smartphone. Semakin lama Kamu membiarkan smartphone terus menyala, maka siklus bertahannya akan cepat habis.

6. Menggunakan wallpaper bergerak

Mitos yang beredar adalah ketika kita menggunakan wallpaper bergerak dan selalu berubah-ubah, maka akan memperlambat proses charge dan menghabiskan banyak daya. Faktanya, menurut Myths.answer.com, wallpaper bergerak ini hanya menggunakan 2 persen dari total seluruh baterai yang dipakai pada perangkat mobile Kamu.

Jadi, Kamu boleh saja menggunakan wallpaper gerak ini. Banyak smartphone juga yang memberikan wallpaper gerak ciptaannya untuk memberikan kesan yang menarik dan berbeda.

7.Smartphone akan meledak jika diletakkan di bawah bantal

Ada lagi mitos lucu jika smartphone yang diisi daya di kasur atau bawah bantal, bisa menyebabkan smartphone meledak. Hal ini bisa dibilang tidak masuk akal. Namun, memang banyak smartphone yang memanas ketika sedang di charge.

Jika perangkat Kamu tidak maksimal untuk menghilangkan panas tersebut dan terjebak di bawah bantal, maka komponen internal akan rusak dan bisa merusak baterai. Panas yang berlebihan memang tidak baik untuk kondisi baterai isi ulang, seperti kata CNET.

8. Charge baterai baru harus 8 jam

Seperti alasan ketika charge smartphone hingga penuh, baterai smartphone yang sudah menggunakan Li-ion tidak berpengaruh apakah harus mengisi daya selama 8 jam atau langsung digunakan. Hal tersebut berlaku zaman dahulu, ketika perangkat mobile masih menggunakan baterai niCad.

Jadi, jika Kamu membeli smartphone baru dan diharuskan untuk mengisi daya 8 jam dalam keadaan smartphone mati, hal ini bisa saja Kamu abaikan.
8 Mitos Salah Kaprah Tentang Baterai Smartphone 8 Mitos Salah Kaprah Tentang Baterai Smartphone Reviewed by Infiniwarr Media on 10/08/2015 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.